Home   [email protected] | IAIN Kerinci 2025
 
 
 

LPM IAIN Kerinci Laksanakan Benchmarking ke UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam Rangka Penguatan Penyusunan Renstra 2025–2029

dasda

Bengkulu, 13 November 2025 — Dalam rangka memperkuat tata kelola lembaga serta meningkatkan kualitas penyusunan dokumen perencanaan strategis, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPM Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, Kamis (13/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis LPM IAIN Kerinci dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 yang berorientasi pada penguatan mutu dan inovasi kelembagaan.

Rombongan LPM IAIN Kerinci dipimpin oleh Ketua LPM, Dr. M. Nurzen, M.Pd., didampingi Sekretaris LPM, Rhomiy Handican, M.Pd., beserta para Kepala Pusat. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ketua LPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A., di ruang pertemuan LPM setempat. Dalam sambutannya, Prof. Asnaini menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antar LPM di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam memperkuat budaya mutu. “Kegiatan seperti ini adalah sarana strategis untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkaya strategi pengembangan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan benchmarking ini juga menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., dari UIN Salatiga, dengan materi “Strategi Penyusunan Renstra Berbasis Mutu dan Data Kinerja Institusi.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Renstra bukan sekadar dokumen formal, tetapi instrumen strategis yang mengarahkan perjalanan lembaga. “Renstra yang baik harus berbasis data, terukur, dan responsif terhadap perubahan. Penyusunannya perlu didasari analisis capaian kinerja dan kebutuhan pengembangan institusi secara berkelanjutan,” tegas Prof. Budiyono.

Sementara itu, Ketua LPM IAIN Kerinci, Dr. M. Nurzen, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan dan mengadopsi praktik baik yang diterapkan oleh LPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. “Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan refleksi dalam penyusunan Renstra IAIN Kerinci 2025–2029 agar lebih kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris LPM IAIN Kerinci, Rhomiy Handican, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan benchmarking ini memberikan kesempatan bagi tim LPM untuk belajar langsung mengenai implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta strategi penguatan budaya mutu di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. “Kami banyak berdiskusi tentang audit mutu internal, pengelolaan dokumen mutu, dan mekanisme evaluasi kinerja lembaga. Semua hal ini menjadi inspirasi untuk pengembangan LPM IAIN Kerinci ke depan,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, pertukaran dokumen kerja, dan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi di bidang penjaminan mutu, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas layanan akademik. Momen kebersamaan diabadikan melalui sesi foto bersama antara pimpinan, tim kedua LPM, dan narasumber.

Melalui kegiatan benchmarking ini, LPM IAIN Kerinci menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, memperkuat budaya mutu, dan menyusun dokumen perencanaan strategis yang relevan dengan tantangan zaman. Upaya ini sejalan dengan visi IAIN Kerinci untuk menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.